Berita

Tahukah Ibu Tentang Spektrum Autisme pada Anak?

By April 17, 2026No Comments

Gangguan spektrum autisme adalah gangguan perkembangan pervasif yang memiliki karakteristik berupa kesulitan dalam komunikasi sosial dan interaksi yang disertai adanya perilaku, minat serta aktivitas yang terbatas dan pola yang repetitif. Menurut Dokter Subspesialis Neurologi Anak Klinik Utama Darra Medika dr. Indra Sahril, SpA., Subsp. Neuro (K)., M.Kes. Sebagai dokter subspesialis neurologi anak, saya menekankan bahwa pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala adalah kunci utama. Orang tua harus waspada jika anak belum merespons panggilan di usia 6-12 bulan atau belum ada kata berarti pada usia 16 bulan. Melalui deteksi dini, kita dapat mengidentifikasi faktor risiko genetik maupun lingkungan sejak awal. Semakin cepat diagnosa ditegakkan melalui assessment yang profesional, semakin besar peluang kita untuk memberikan intervensi yang tepat bagi masa depan buah hati.”

Tanda dan gejala gangguan spektrum autisme

  • Kesulitan dalam interaksi dan komunikasi sosial.

Sebagai contoh, anak kurang merespon atau menoleh jika dipanggil, kurang kontak mata, gangguan bahasa seperti bicara kata yang kurang dimengerti.

  • Tidak bersosialisasi.

Kurang keinginan anak untuk berbagi, atau bermain dengan teman sebaya. Cenderung cuek dengan orang lain.

  • Minat dan pola perilaku yang terbatas.

Melakukan kegiatan yang itu-itu saja, tidak bervariasi. Sebagai contoh, jika bermain senang menjejerkan semua barang, memainkan sesuatu tidak sesuai fungsinya, seperti mobil-mobilan hanya diputar-putar rodanya. Terdapat rutinitas kegiatan yang monoton.

  • Gerakan repetitif.

Terdapat gerakan tubuh tidak bertujuan yang dilakukan berulang-ulang, contoh seperti jalan jinjit, mengepak-ngepak tangan (flapping), mata melirik (gazing) dan body rocking.

  • Gangguan sensori.

Respon indera cenderung hipersensitif atau hiposensitif  terhadap rangsangan.

Gejala dini gangguan spektrum autisme yang harus diwaspadai

  • Anak tidak merespons terhadap panggilan nama di usia 6-12 bulan. Usia 12 bulan, anak tidak ada babling, tidak dapat menunjukkan respons terhadap atensi bersama (joint attention), serta berbagi ketertarikan pada objek tertentu seperti menunjuk atau mimik wajah yang wajar.
  • Anak tidak ada kata berarti pada usia 16 bulan.
  • Keterlambatan bicara pada usia 24 bulan yang tidak dikompensasi dengan menunjuk atau gestur lainnya.
  • Hilangnya kemampuan berbahasa atau kemampuan sosial pada usia berapapun.

Faktor risiko gangguan spektrum autisme

Belum diketahui secara pasti penyebab utama anak mengalami gangguan spektrum autisme. Namun, menurut sejumlah penelitian, ada beberapa faktor gangguan spektrum autisme pada anak:

  • Dapat berasal dari dalam atau luar kandungan seperti kondisi metabolisme ibu saat hamil yang tidak stabil, paparan zat polutan atau paparan zat teratogenik (zat kimia yang dapat merusak sel tubuh).
  • Keturunan secara genetik juga dikatakan memiliki hubungan dengan gangguan spektrum autisme ini sehingga lebih tinggi risikonya. Karena itu, jika terdapat riwayat keluarga yang memiliki gangguan autisme, Anda dapat memperhatikan gejalanya sejak dini.

Terapi pengobatan gangguan spektrum autisme

Ada sejumlah terapi kepada anak yang sudah didiagnosis mengalami gangguan spektrum autisme.

  • Terapi perilaku, terapi Wicara & terapi Okupasi

Terapi ini dapat memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap perbaikan fungsi kognitif anak autisme. Jika anak didiagnosis pada waktu yang terbilang masih sangat kecil, sehingga panca indera masih belum matang. Terapi ini dapat membantu anak menyatukan panca indera sehingga dapat lebih fokus, tenang, hingga dapat berkomunikasi dan berinteraksi.

  • Teknik bermain oleh orang tua.

Orang tua pun dilatih untuk memberikan stimulasi pada anak sendiri di rumah. Orang tua diajarkan teknik bermain yang kondusif untuk anak autisme. Metodenya adalah floor time. Anak dan orang tua bermain di lantai dengan segala metode yang baik dan interaksi dua arah.

Menurut Terapis Tumbuh kembang Klinik Utama Darra Medika Ibu Ryan, “Menyambung apa yang disampaikan oleh dokter kami, langkah setelah diagnosa adalah intervensi melalui terapi yang terukur. Terapi perilaku, terapi wicara, dan terapi okupasi terbukti memberikan pengaruh signifikan, termasuk meningkatkan IQ dan membantu mematangkan panca indera anak agar lebih fokus dan tenang. Kami juga mengedukasi orang tua mengenai teknik stimulasi di rumah, seperti metode floor time, untuk menciptakan interaksi dua arah yang kondusif. Kolaborasi antara diagnosa medis dan terapi yang

berkelanjutan adalah fondasi penting dalam menangani gejala gangguan spektrum autisme secara efektif.”

Klinik Utama Darra Medika berkomitmen menjadi mitra terpercaya bagi para orang tua dalam memantau setiap tahapan perkembangan anak. Jika Anda menemui tanda-tanda seperti keterlambatan bicara atau gerakan repetitif pada anak, jangan menunda untuk melakukan konsultasi. Di Klinik Utama Darra Medika, kami menyediakan layanan pemeriksaan tumbuh kembang komprehensif didukung oleh tenaga ahli yang berpengalaman dalam menangani spektrum autisme. Mari lindungi masa depan anak dengan melakukan skrining tumbuh kembang di Klinik Utama Darra Medika sedini mungkin untuk penanganan yang lebih optimal. Segera kunjungi lokasi kami di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 40, Kota Bandung, atau lakukan reservasi sekarang melalui nomor 0811-1122-423 untuk mendapatkan jadwal konsultasi dengan dokter ahli kami.

Narasumber:
dr. indra Sahril, SpA., Subsp. Neuro (K)., M.Kes.
Dokter Subspesialis Neurologi Anak
Klinik Utama Darra Medika
Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 40, Kota Bandung