
Sebagai otak kedua manusia, pencernaan ternyata berperan penting dalam mengoptimalkan kondisi kesehatan anak secara umum dalam masa emas perkembangan otak yang nantinya berhubungan dengan daya pikir dan pengendalian emosi anak. Tahukah Ibu bahwa manusia memiliki “otak kedua” selain yang ada di kepala? Istilah otak kedua manusia ini terletak di dalam perut sepanjang saluran pencernaan. Yuk, cari tahu lebih lanjut apa fungsi otak kedua untuk anak!
Mengapa Saluran Cerna Bisa Dikatakan Sebagai Otak Kedua?
Sistem pencernaan disebut sebagai otak kedua karena memiliki jaringan sistem saraf enterik (ENS) dengan lebih dari 100 juta sel saraf yang bekerja mandiri mengatur pergerakan usus. Lalu, kenapa pencernaan disebut otak kedua? Ini dia penjelasan ilmiahnya:
- Autonomi Sistem Saraf Enterik
Sistem saraf enterik (ENS) di usus disebut otak kedua manusia karena bisa berfungsi sendiri seperti otak pada umumnya. Namun, ENS tidak berfungsi untuk berpikir, belajar, atau membuat keputusan selayaknya otak yang ada di kepala. ENS mengontrol pencernaan secara mandiri, dari masuknya makanan, sekresi enzim, penyerapan nutrisi, pergerakan usus, hingga pembuangan, tanpa perlu instruksi langsung dari otak.
- Terkoneksi Langsung dengan Otak
Usus dikenal sebagai otak kedua manusia karena memiliki jalur komunikasi khusus yang terhubung langsung dengan otak di kepala melalui saraf, hormon, dan mikrobiota usus. Koneksi ini disebut dengan gut brain axis. Berkat hubungan langsung ini, kondisi pencernaan anak bisa memengaruhi suasana hati, emosi, dan kesehatannya secara keseluruhan. Misalnya, ketika anak stres, usus bisa bereaksi dengan masalah pencernaan seperti sakit perut atau diare. Sebaliknya, pencernaan anak yang sehat dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dan meningkatkan suasana hati.
- Produksi Hormon di Pencernaan
Sistem saraf di usus tidak hanya mengatur kerja pencernaan, tapi juga berperan penting mempengaruhi suasana hati dan tingkah laku. Bakteri yang ada di usus menghasilkan hormon yang terkait dengan perasaan gembira, salah satunya hormon serotonin. Sekitar 90% hormon serotonin dalam tubuh diproduksi oleh bakteri yang ada di usus, bukan di otak. Selain hormon serotonin, ada juga hormon dopamin yang lebih dari separuhnya diproduksi di dalam usus.
Peran Pencernaan Sebagai Otak Kedua Anak
Sistem pencernaan yang dikenal sebagai otak kedua manusia tidak lepas dari perannya dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, antara lain:
- Memengaruhi Suasana Hati dan Emosi
Kesehatan usus dapat berpengaruh terhadap suasana hati anak. Stres atau kecemasan dapat menyebabkan iritasi pada lambung dan mengganggu penyerapan nutrisi. Sebaliknya, gejala gangguan pada usus, seperti sakit perut, dapat memicu perubahan suasana hati yang membuat anak lebih mudah cemas atau rewel. Itu sebabnya usus sering disebut sebagai otak kedua. ENS-lah yang membuat anak bisa merasakan emosi, seperti mulas saat gugup.
- Mengatur Nafsu Makan dan Pencernaan Makanan
Pencernaan berkomunikasi dengan otak untuk mengatur nafsu makan anak.
Sinyal dari usus memberi tahu kapan anak harus makan karena merasa lapar atau kapan harus berhenti makan karena kenyang. Jika sistem pencernaan bekerja optimal, nutrisi dapat diserap dengan baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
- Memengaruhi Fungsi Otak
Triliunan mikroba yang hidup di dalam sistem pencernaan tidak hanya membantu pencernaan, tetapi juga menghasilkan zat kimia yang dapat memengaruhi kinerja otak. Usus yang sehat dapat mengurangi peradangan dalam tubuh yang pada gilirannya mendukung fungsi kognitif anak.
Hal ini membantu anak berpikir lebih jernih, fokus, dan mengurangi risiko gangguan neurodegeneratif di masa depan.
- Mengontrol Rasa Sakit dan Kekebalan Tubuh
Pencernaan berperan dalam mengomunikasikan rasa sakit dan peradangan ke otak. Usus berperan dalam mengenali dan melawan infeksi, serta mengatur sensitivitas terhadap rasa sakit. Usus juga membantu tubuh mengenali makanan yang dapat memicu alergi atau intoleransi. Jika kesehatan usus terganggu, anak-anak lebih rentan terhadap penyakit dan peradangan, yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.
- Memengaruhi Produksi Neurotransmitter (Senyawa Kimia Otak)
Mikrobioma usus, atau kumpulan bakteri baik di usus, memainkan peran penting dalam produksi neurotransmitter yang memengaruhi otak. Studi terbaru menunjukkan bahwa keseimbangan mikrobioma usus yang baik dapat mendukung kesehatan mental dan fisik anak.
Cara Menjaga Kesehatan Pencernaan Sebagai Otak Kedua Manusia
Ada beberapa cara yang bisa Ibu lakukan untuk bantu jaga kesehatan pencernaan anak, yaitu:
- Konsumsi makanan bergizi seimbang termasuk cukup serat
Fungsi pencernaan mengalami penyesuaian yang berjalan sesuai pertambahan usia dan pola makan anak, dalam memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal tentunya anak membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang yakni protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan serat. Protein hewani merupakan komponen penting dalam nutrisi anak, demikian pula mikronutrisi seperti vitamin dan serat. Terkait dengan pola defekasi (BAB) yang secara fungsional mengalami perubahan seiring masa penyesuaian pola makan, kecukupan serat perlu diperhatikan. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG), anak-anak usia 1-3 tahun membutuhkan sedikitnya 10-19 gram asupan serat per hari dan 20 gram per hari untuk anak usia 4-6 tahun.
- Berikan Probiotik dan Prebiotik
Untuk meningkatkan kesehatan usus sebagai otak kedua anak, Ibu bisa berikan makanan sumber probiotik dan prebiotik setiap hari. Probiotik adalah bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan. Sementara itu, prebiotik adalah jenis serat khusus yang menjadi makanan bagi bakteri baik dalam usus agar bisa bertahan hidup. Contoh sumber probiotik adalah makanan hasil fermentasi seperti yogurt, tempe, keju, dan kimchi, sedangkan contoh makanan sumber prebiotik adalah pisang, apel, bombay, kacang almond, dan rumput laut.
- Minum Cukup Air Putih
Kebiasaan minum air putih hingga 5-6 gelas per hari (usia 1-3 tahun) hingga 2,5L perhari pada anak yang lebih besar adalah cara yang bagus untuk menjaga kesehatan saluran cerna. Asupan air putih yang cukup mencegah sembelit dan memelihara koloni bakteri baik di usus. Sebuah penelitian tahun 2022 menunjukkan bahwa orang yang minum banyak air cenderung memiliki risiko lebih rendah terkena infeksi pencernaan.
- Hindari Hal-Hal Pemicu Anak Stres
Ketika anak mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon yang bisa mengganggu tubuh apabila kadarnya terlalu tinggi. Stres yang berlangsung lama atau kronis akan memicu pelepasan hormon ini dan menyebabkan masalah pada usus. Ibu bisa ajak si Kecil bermain bersama hewan peliharaan, jalan-jalan di luar, atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga untuk mengurangi tingkat stres.
- Lakukan Aktivitas Fisik secara Teratur
Seperti orang dewasa, anak-anak juga perlu aktif secara fisik. Aktif bergerak bisa bantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan usus dan mencegah sembelit. Olahraga kardio, seperti jalan kaki dan bersepeda secara rutin dapat membantu meningkatkan pergerakan usus, sehingga makanan dapat dicerna dan diserap dengan baik. Tak hanya itu, olahraga juga berperan penting dalam menjaga kesehatan dan keragaman bakteri baik yang hidup di dalam usus. Batasi screen time 30-60 menit per hari untuk anak >2 tahun, agar pola hidup aktif lebih terjaga.





