Artikel

Mengenal Perkembangan Janin di Usia Kandungan 35 Minggu

By July 7, 2026No Comments

Hai Moms! Bayi Moms sekarang mulai bereaksi terhadap cahaya, suara, bahkan rasa sakit. Ketuban pun semakin sempit untuk ukuran tubuhnya yang makin besar. Seiring perkembangannya, volume air ketuban juga ikut berkurang. Menjelang kelahirannya, usus bayi Moms mulai terisi dengan cairan hijau kental yang disebut meconium. Cairan ini berasal dari pembuangan hati dan ususnya selama berbulan-bulan hidup dalam ketuban. Meconium ini akan keluar sebagai kotoran pertamanya saat lahir nanti.

Perkembangan Janin 35 Minggu

Seperti apa perkembangan janin 35 minggu? Berikut ini beberapa perkembangan yang perlu Moms ketahui:

  1. Ukuran dan Berat Janin

Pada usia 35 minggu, janin umumnya memiliki panjang sekitar 46-48 cm dan beratnya berkisar antara 2.3 hingga 2.5 kg. Ukuran janin pada tahap ini dapat disamakan dengan buah melon atau semangka kecil. Berat badan janin akan terus meningkat hingga persalinan, sementara panjangnya tidak akan bertambah signifikan.

  1. Perkembangan Organ dan Fungsi Tubuh Janin

Pada minggu ke-35, paru-paru janin hampir sepenuhnya matang dan siap untuk berfungsi setelah lahir, meskipun beberapa bayi prematur masih membutuhkan bantuan pernapasan. Menurut studi yang dipublikasikan di National Institutes of Health (NIH), sistem saraf pusat juga semakin berkembang dengan kemampuan refleks yang lebih jelas, seperti menggenggam dan mengisap.

  1. Aktivitas Janin dalam Kandungan

Gerakan janin pada usia janin 35 minggu mungkin terasa lebih kuat namun lebih jarang, karena ruang geraknya semakin terbatas. Moms mungkin akan merasakan tendangan dan peregangan secara jelas. Janin juga sudah dapat merespon suara dan cahaya dengan perubahan detak jantung atau gerakan tertentu. Biasanya juga sudah mulai mengenali suara Moms, maka penting komunikasi dengan bayi dalam kandungan.

  1. Posisi Janin Menjelang Persalinan

Pada usia janin 35 minggu, sebagian besar janin sudah berada dalam posisi kepala di bawah sebagai persiapan untuk persalinan. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), posisi ini disebut sebagai posisi kepala (cephalic position) dan merupakan posisi ideal untuk persalinan normal. Namun, beberapa janin mungkin masih berada dalam posisi sungsang (breech position). Jika posisi ini tidak berubah hingga minggu ke-37, dokter mungkin menyarankan prosedur untuk mengubah posisi janin.

Perubahan yang Dialami Moms di Minggu ke-35 Kehamilan

Moms tak hanya mengalami perubahan fisik tapi juga emosional. Berikut adalah beberapa perubahan yang biasa dialami:

  1. Perubahan Fisik yang Umum Terjadi

Pada minggu ke-35, berat badan Moms biasanya meningkat sekitar 11 hingga 16 kg. Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan bayi, plasenta, cairan ketuban, serta peningkatan volume darah dan cairan tubuh lainnya. Pembengkakan ringan pada pergelangan kaki, tangan, dan wajah adalah hal yang umum terjadi akibat retensi cairan dan tekanan dari rahim yang membesar. Namun, pembengkakan yang tiba-tiba atau parah dapat menjadi tanda preeklampsia, terutama jika disertai dengan tekanan darah tinggi dan protein dalam urin.

  1. Perubahan Emosional dan Mental

Menjelang persalinan, perubahan hormon terutama estrogen dan progesteron, dapat mempengaruhi suasana hati dan tingkat kecemasan. Fluktuasi hormon selama kehamilan dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang tiba-tiba, termasuk perasaan sedih, mudah tersinggung, atau menangis tanpa alasan jelas. Jika perasaan sedih atau cemas berlanjut, konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan bantuan yang tepat.

Hal-Hal yang Perlu Disiapkan Jelang Melahirkan

Setelah mengetahui beberapa perubahan yang biasa dialami, Moms bisa menyiapkan beberapa persiapan menjelang melahirkan, seperti:

  1. Pemeriksaan Medis dan Rekomendasi Dokter

USG kehamilan digunakan untuk memantau pertumbuhan janin, posisi, gerakan, dan jumlah cairan ketuban. Jika diperlukan, dokter dapat melakukan tes non-stres untuk menilai kesejahteraan janin.

Preeklampsia ditandai dengan tekanan darah tinggi dan protein dalam urin setelah usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini dapat membahayakan Moms dan bayi jika tidak ditangani dengan tepat. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi komplikasi sejak dini dan memastikan perkembangan janin berjalan normal.

  1. Lanjutkan Konsumsi Zat Besi & DHA

Selama kehamilan, volume darah Moms meningkat sekitar 45%, Moms perlu meningkatkan kebutuhan akan zat besi untuk mencegah anemia dan mendukung pertumbuhan janin. DHA (docosahexaenoic acid), asam lemak omega-3, penting untuk perkembangan otak dan mata janin, terutama pada trimester ketiga.

  1. Periksa Kandungan

Menjelang persalinan, kontrol rutin semakin penting untuk memantau kesiapan tubuh dan janin. Tes yang biasanya dilakukan meliputi:

  • USG: Untuk menilai posisi janin dan kondisi plasenta.
  • CTG (Cardiotocography): Untuk memantau detak jantung janin dan kontraksi rahim.
  • Pemeriksaan Serviks: Untuk menilai pembukaan dan pelunakan serviks sebagai tanda persiapan persalinan.
  1. Persiapan Mental dan Fisik Menjelang Hari H

Teknik pernapasan dapat membantu mengelola nyeri dan kecemasan selama persalinan. Hindari aktivitas berat atau berisiko tinggi yang dapat membahayakan Moms dan janin. Diskusikan preferensi persalinan, termasuk metode kelahiran, penggunaan analgesia, dan siapa yang akan hadir saat persalinan. Pastikan tas bersalin berisi semua kebutuhan penting dan ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau.

  1. Dukungan dari Pasangan dan Keluarga

Pasangan dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan dengan memberikan dukungan emosional dan fisik selama persalinan. Diskusikan harapan dan kekhawatiran secara terbuka untuk memastikan semua pihak siap menghadapi proses persalinan. Persiapkan dukungan logistik, seperti bantuan menjaga anak lain atau hewan peliharaan, agar Moms dapat fokus pada persalinan dan pemulihan.

Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit

Menjelang persalinan, Moms perlu mewaspadai yanda-tanda melahirkan seperti pecah ketuban, kontraksi teratur setiap 3-4 menit selama satu jam, dan perdarahan berlebih yang bisa menandakan persalinan prematur atau komplikasi lainnya. Jika disertai dengan penurunan gerakan janin atau keluarnya lendir bercampur darah, segera menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi Moms dan janin tetap aman.

Klinik Utama Darra Medika mengundang seluruh ibu hamil untuk merasakan pengalaman periksa kandungan yang nyaman dan akurat. Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima dengan memadukan keahlian tenaga medis profesional dan kecanggihan teknologi USG GE Voluson P18. Jangan tunda kesehatan buah hati Moms, segera kunjungi lokasi kami di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 40, Kota Bandung, atau lakukan reservasi sekarang melalui nomor 0811-1122-423 untuk konsultasi tumbuh kembang anak yang profesional dan terpercaya.

 

Narasumber:

dr. Yudo Siswo Utomo, SpOG.
Dokter Spesialis Obgyn
Klinik Utama Darra Medika
Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 40, Kota Bandung