
Hai Moms! Tubuh Si Kecil Moms sekarang sudah semakin berisi. Beratnya sudah mencapai 1,5 kg. Otaknya pun makin berkembang sempurna dan mulai memiliki kemampuan untuk mengingat. Bila Moms ingin mengasah daya ingat si kecil sejak dalam kandungan, coba saja perdengarkan musik. Menurut para ahli, bila sejak dalam kandungan bayi terbiasa mendengar musik, maka saat lahir ia memiliki kemampuan merespon terhadap musik itu.
Jangan mudah panik bila Moms mengalami sesak nafas, terutama sehabis makan. Hal ini lumrah terjadi karena posisi bayi yang semakin menekan diafragma Moms. Kondisi ini akan terus berlanjut hingga menjelang minggu ke-36, ketika saatnya posisi bayi mulai turun ke rongga pinggul. Ukuran rahim yang besar memang menekan otot-otot pernafasan pada diafragma. Akibatknya, tak banyak ruang tersisa untuk bernafas lega. Cara mengatasinya adalah dengan relaks dan banyak beristirahat.
Perkembangan Janin 31 Minggu
Perkembangan janin sudah semakin pesat. Organ-organnya sudah semakin matang dan refleksnya sudah semakin sempurna.
- Ukuran dan Berat Janin
Panjang janin di usia ini sekitar 41,1 cm dari kepala hingga tumit. Berat badannya sebesar 1,5 kg. Janin sekarang sudah seukuran kelapa. Di minggu ini, berat janin naik dengan drastis.
- Perkembangan Paru-Paru
Paru-paru janin sudah memproduksi surfaktan atau cairan yang membuat paru-paru mengembang.
Paru-paru sudah berkembang dengan cepat, tetapi belum bisa menghirup udara hingga janin berusia 36 minggu.
- Perkembangan Otak
Otak janin sudah semakin kompleks, saraf-sarafnya sudah berkembang dan terhubung dengan cepat. Karena itu, ia bisa memproses informasi dan menerima pesan dari pancaindranya. Mata janin pun bisa mendeteksi sumber cahaya. Ia sudah bisa mengenali suara yang beragam, termasuk suara Moms dan musik. Suara kencang pun bisa membuatnya kaget.
- Perkembangan Jantung dan Sistem Peredaran Darah
Pada trisemester 3, detak jantung janin berkisar 110–160 kali per menit dan jumlahnya cenderung menurun seiring usia. Di usia 31 minggu, detaknya makin terasa, terutama saat janin bergerak, dan melambat saat tidur. Detak ini bisa terdeteksi lewat Doppler. Sel darah merah juga mulai diproduksi oleh sumsum tulang belakang.
- Perkembangan Sistem Pencernaan
Janin 31 minggu sudah mampu mengisap dan menelan, tatapi hanya untuk latihan saat ia lahir ke dunia. Ia semakin bisa mencium dan merasakan asupan dari Moms melalui cairan ketuban. Meski organ pencernaannya sudah tumbuh semakin pesat, janin hanya mendapatkan asupan gizi dari plasenta. Ia akan buang air besar dalam bentuk mekonium yang nantinya akan keluar saat bayi baru lahir.
- Perkembangan Kulit dan Lemak Tubuh
Lanugo atau rambut halus yang melindungi kulit dari air ketuban sudah mulai rontok. Kulitnya sudah terlihat lebih kenyal, tak lagi berkerut karena lemak di bawah kulitnya sudah semakin banyak. Warna kulitnya tak lagi transparan, lama-lama akan berwarna pink karena pembuluh darah sudah semakin banyak.
- Gerakan Janin dan Pola Tidur
Durasi tidur janin 31 minggu lebih panjang. Hal ini mempermudah Moms mengenali pola bangun, tidur, dan bergerak. Biasanya, ia akan aktif bergerak dan bangun saat Moms akan tidur. Ia juga sudah bisa bermimpi.
Perubahan yang Dialami Moms di Minggu ke-31 Kehamilan
Memasuki usia 31 minggu, tubuh Moms tentu akan beradaptasi dengan ukuran janin yang membesar. Tak hanya itu, tubuh juga sudah semakin siap menjalani persalinan. Jadi, ada banyak perubahan yang terjadi.
- Perubahan Fisik
Rahim yang membesar membuat napas Moms terasa pendek karena rahim menekan diafragma dan paru-paru. Rahim juga menekan saluran pencernaan, menyebabkan mulas dan asam lambung naik. Selain itu, hormon relaxin meningkat selama kehamilan agar panggul lemas, jadi janin mudah keluar saat persalinan. Namun, efeknya bisa membuat kaki dan punggung terasa nyeri karena jadi kurang stabil. Perubahan fisik ini juga kerap membuat Moms sulit tidur. Untuk menguranginya, coba tidur miring ke kiri. Posisi ini mencegah asam lambung naik dan memberi paru-paru lebih banyak ruang untuk bernapas.
- Perubahan Emosional dan Psikologis
Perubahan hormon estrogen dan progesteron menyebabkan suasana hati tidak stabil. Kedua hormon ini memengaruhi senyawa yang berperan dalam pengaturan emosi. Pada trimester ketiga, Moms mungkin merasa stres dan cemas dalam menghadapi persiapan persalinan. Perasaan ini cenderung muncul lebih sering seiring menghitung usia kehamilan yang semakin bertambah. Menjelang waktu melahirkan, Moms butuh dukungan emosional dari pasangan, keluarga, dan teman-teman terdekat.
Persiapan Menjelang Hari Persalinan
Proses persalinan harus aman bagi Moms dan janin 31 minggu. Untuk itu, persiapkan kondisi fisik dan mental agar tetap prima. Minta kerja sama dengan pasangan dan dokter agar Moms merasa lebih nyaman.
- Jaga Pola Makan Sehat
Moms wajib mengonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil yang bergizi. Dalam seporsi makanan, konsumsi karbohidrat dari makanan pokok, protein dari lauk-pauk, sayuran, buah-buahan, serta lemak sehat yang kaya omega-3. Dukung tumbuh kembang janin dengan jaga asupan asam folat, zat besi, kalsium, vitamin D, zinc, dan yodium. Batasi asupan garam dan gula untuk cegah tekanan darah tinggi, preeklampsia, berat badan berlebih, dan kadar gula darah tinggi. Hindari makanan mentah untuk cegah infeksi bakteri, jamur, dan parasit.
- Teruskan Konsumsi Asam Folat
Asam folat adalah zat gizi penting yang berperan dalam mengurangi risiko terjadinya cacat tabung saraf pada janin. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2019, ibu hamil di trimester ketiga disarankan untuk mengonsumsi asam folat sebanyak 600 mikrogram per hari. Kebutuhan ini lebih tinggi dibandingkan saat sebelum hamil, yang hanya sekitar 400 mikrogram per hari.
- Lanjutkan Konsumsi Zat Besi
Selama kehamilan, volume darah meningkat sekitar 35% agar janin mendapatkan oksigen dan zat gizi. Peningkatan tersebut setara dengan 450 mg zat besi yang diperlukan untuk memproduksi darah. Untuk mencegah komplikasi Moms serta janin 31 minggu, penuhi kebutuhan harian zat besi sebanyak 27 mg. Asupan ini bisa diperoleh dari suplemen atau susu khusus ibu hamil.
- Teruskan Konsumsi DHA
DHA merupakan zat gizi yang penting untuk perkembangan otak dan mata janin. Berbagai penelitian menemukan bahwa manfaat DHA untuk ibu hamil bisa mencerdaskan bayi setelah lahir. Untuk itu, konsumsi makanan kaya DHA dari ikan berlemak yang rendah merkuri, seperti ikan kembung, teri basah, salmon, dan cakalang.
- Jaga Asupan Kalsium
Kalsium berperan dalam pembentukan tulang dan gigi janin. Kekurangan mineral ini membuat tubuh mengambil cadangan dari tulang dan gigi Moms. Akibatnya, tulang dan gigi Moms rapuh. Jadi, pastikan kebutuhan kalsium harian tercukupi, yakni 1.200 mg. Dapatkan kalsium dari sumber yang mudah ditemui, seperti teri basah, sarden, dan makarel.
- Olahraga ringan
Lanjutkan olahraga senam ibu hamil, yoga hamil dan pilates agar otot perut dan panggul kuat. Ini berguna untuk menjaga keseimbangan tubuh dan mempersiapkan persalinan. Yoga juga meningkatkan kualitas tidur, mengurangi nyeri punggung, meredakan sakit kepala, dan melegakan pernapasan. Jalan kaki dan berenang juga dianjurkan untuk perlancar peredaran darah.
Saat usia kehamilan 31 minggu, hindari aktivitas fisik berikut.
- Olahraga bela diri
- Scuba diving
- Berbaring telentang terlalu lama
- Mendaki gunung
- Siapkan Mental dan Emosional Menjelang Persalinan
Saat mempersiapkan persalinan, banyak ibu hamil yang merasakan kecemasan, ketakutan, dan kegelisahan. Perasaan ini normal dan sebaiknya tidak diabaikan. Untuk mengendalikan perasaan tersebut, ada beberapa langkah yang bisa diambil, antara lain:
- Berdiskusi dengan pasangan, orang-orang terdekat, keluarga, teman, serta dokter atau bidan yang akan membantu proses persalinan
- Menghindari membaca, mendengarkan, atau menonton informasi yang dapat meningkatkan rasa takut atau kecemasan berlebihan
- Olahraga yang menenangkan seperti yoga atau meditasi dengan fokus pada teknik pernapasan
Jika perasaan negatif terus berlanjut, semakin kuat, dan sulit diatasi sendiri, temui psikolog atau psikiater untuk mendapatkan bantuan profesional.
- Konsultasi dengan Dokter terkait Rencana Persalinan
Memasuki usia janin 31 minggu, ada beberapa tes yang bisa dijalankan untuk mendeteksi berbagai kondisi kesehatan ibu hamil dan janin. Apa saja?
- Tes anemia
- Hepatitis B, sifilis, HIV
- Rubella dan cacar air
- Fibrosis kistik dan atrofi otot spina
- Golongan darah dan rhesus agar tubuh tidak memproduksi antibodi yang membahayakan janin
- Pengecekan posisi bayi sungsang
- USG
- Tes streptokokus grup B
- Tes stres kontraksi
- Cek kadar gula darah
- Tes nonstres
Moms bisa diskusi dengan dokter atau bidan dalam membuat rencana persalinan atau birth plan. Ini adalah lembar yang berisi hal-hal yang diinginkan selama proses bersalin. Birth plan bisa berisi hal-hal di bawah ini, tetapi bisa Moms tambah atau kurangi lagi sesuai keinginan.
- Lokasi persalinan: rumah, bidan, atau rumah sakit
- Pendamping: pasangan, keluarga, tanpa pendamping
- Posisi: berbaring di Kasur dengan bantal, berdiri, duduk, bertekuk lutut, jongkok, tidur miring
- Perlakuan untuk meredakan nyeri: teknik pernapasan dan relaksasi, berendam, pijat, akupunktur, injeksi pereda nyeri, epidural, atau tanpa pereda nyeri
- Bantuan persalinan: forsep atau vakum
- Metode: caesar atau pervaginam
Tanda-Tanda Bahaya yang Perlu Diperhatikan
Segera ke rumah sakit jika Moms mengalami gejala persalinan prematur, gawat janin, dan preeklampsia.
- Persalinan prematur
Persalinan prematur adalah persalinan yang terjadi sebelum minggu ke-37. Kenali tanda bahaya kehamilan berikut:
- Terasa kram di perut, bisa disertai atau tanpa diare
- Keluar cairan dari vagina yang tampak encer, berdarah, atau kental berlendir
- Cairan dari vagina keluar dalam jumlah yang sangat banyak
- Nyeri di area panggul atau bagian bawah perut, seperti ada tekanan
- Nyeri punggung yang terasa tumpul dan terus-menerus
- Kontraksi yang tidak berhenti
- Ketuban pecah dengan air yang menetes atau memancar
- Gawat Janin
Kondisi gawat janin terjadi ketika janin mengalami kekurangan oksigen yang membahayakan keselamatannya. Untuk mengurangi risiko komplikasi, diperlukan penanganan medis secepatnya.
Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah berkurangnya gerakan janin 31 minggu, yakni kurang dari 10 kali dalam waktu dua jam.
- Preeklampsia
Preeklampsia adalah peningkatan tekanan darah ibu hamil yang menyebabkan kerusakan ginjal, mengakibatkan urine mengandung protein.
Kondisi ini fatal bagi Moms dan janin. Kenali tanda-tandanya berikut ini:
- Penglihatan buram, hilang sesaat, atau sensitif terhadap cahaya
- Pernapasan terasa pendek
- Sakit kepala parah
- Nyeri di bagian atas perut, dekat tulang rusuk sebelah kanan
- Mual dan muntah
- Berat badan meningkat secara tiba-tiba disertai pembengkakan signifikan pada tubuh
Janin 31 minggu dan ibu hamil sudah mendekati persalinan, ada banyak kemajuan dan perubahan yang dilalui. Agar tetap aman dan selamat, pastikan Dads dan Moms bekerja sama menjaga kehamilan. Klinik Utama Darra Medika mengundang seluruh ibu hamil untuk merasakan pengalaman periksa kandungan yang nyaman dan akurat. Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima dengan memadukan keahlian tenaga medis profesional dan kecanggihan teknologi USG GE Voluson P18. Jangan tunda kesehatan buah hati Moms, segera kunjungi lokasi kami di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 40, Kota Bandung, atau lakukan reservasi sekarang melalui nomor 0811-1122-423 untuk konsultasi tumbuh kembang anak yang profesional dan terpercaya.
Narasumber:
dr. Yudo Siswo Utomo, SpOG.
Dokter Spesialis Obgyn
Klinik Utama Darra Medika
Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 40, Kota Bandung




