
Hai Moms! Hormon kehamilan memang membuat Moms menjadi lebih sensitif. Berbagai hal bisa membuat Moms emosional. Bahkan hal-hal sepele, seperti saat menonton film favorit atau melihat seseorang minum menggunakan gelas Ibu. Namun bagaimana pun perasaan Moms, selalu ada perasaan senang dan menggelitik saat merasakan gerakan si Kecil dalam perut. Nikmati momen-momen istimewa ini, termasuk untuk membantu Ibu menenangkan diri kala emosional.
Perkembangan Janin 24 Minggu
Menjelang akhir trimester kedua kehamilan, berikut beberapa perkembangan janin yang menarik untuk diketahui:
1 Ukuran dan Berat Janin
Panjang tubuh janin 24 minggu sudah mencapai 30-32 cm dari kepala hingga tumit dengan berat sekitar 630-670 gram, hampir seukuran jagung atau terong besar. Di minggu ke-24 kehamilan, lapisan lemak tipis mulai terbentuk di bawah kulit janin yang masih tipis dan transparan. Sementara itu, alis, bulu mata, dan rambut mulai tumbuh perlahan.
- Perkembangan Otak dan Sistem Saraf
Otak janin masih akan terus tumbuh dan berkembang pesat dengan membentuk lebih banyak koneksi saraf. Janin juga mulai bisa mengenali suara, terutama suara Moms, dan dapat meresponsnya dengan gerakan.
- Perkembangan Sistem Pernapasan dan Paru-Paru
Janin usia 24 minggu sudah memiliki struktur dasar paru-paru yang mulai terbentuk. Namun, janin masih bergantung pada plasenta untuk bisa bernapas dan mendapatkan oksigen. Di saat yang bersamaan, paru-paru mulai bekerja memproduksi surfaktan, yakni zat yang membantu agar kantong udara (alveoli) tetap terbuka saat kelahiran.
- Perkembangan Sistem Pencernaan dan Metabolisme
Di akhir trimester kedua, janin mulai menelan cairan ketuban. Cairan ini membantu menstimulasi kerja organ pencernaan janin sekaligus mendukung proses pematangannya. Seiring berkembangnya janin di dalam kandungan, ususnya juga mulai berfungsi menyerap nutrisi dari cairan ketuban. Organ hati dan pankreas janin juga terus berkembang semakin matang agar bisa berfungsi sebagaimana mestinya saat lahir nanti.
- Perkembangan Sistem Kekebalan Tubuh
Sistem kekebalan tubuh janin 24 minggu masih berkembang dan belum mampu memproduksi antibodi sendiri, sehingga ia belum dapat melawan infeksi. Janin masih bergantung oleh antibodi dari tubuh Moms yang dihantarkan melalui plasenta.
- Gerakan dan Aktivitas Janin
Di akhir trimester 2 kehamilan ini, Moms akan merasakan janin semakin aktif dengan munculnya tendangan hingga tarikan pada perut seolah ia sedang merentangkan tubuhnya. Selain gerakannya yang semakin kuat, janin juga mulai bereaksi terhadap suara keras dengan menimbulkan gerakan refleks seolah sedang terkejut. Beberapa janin sudah mulai memiliki pola tidur dan bangun, meskipun belum teratur seperti bayi baru lahir.
Perubahan Moms di Usia Kehamilan 24 Minggu
Selain janin di dalam kandungan, Moms juga bisa mengalami perubahan di usia kehamilan 24 minggu ini. Berikut beberapa perubahan yang mungkin terjadi:
- Ukuran perut semakin membesar
- Berat badan bertambah
- Muncul stretch mark
- Perubahan hormon dalam tubuh yang berdampak pada naik turunnya emosi
- Pembengkakan di tangan dan kaki
- Kelelahan dan susah tidur
- Kulit di sekitar perut dan payudara bisa terasa gatal dan kering karena peregangan dan pengaruh hormon kehamilan.
- pada kulit, khususnya area sekitar perut dan payudara, sehingga menimbulkan rasa gatal dan kering.
Cara Merawat Kehamilan agar Janin 24 Minggu Tumbuh Optimal
Agar perkembangan janin 24 minggu optimal, Moms tak hanya perlu jaga pola makan sehat tapi juga memerhatikan asupan nutrisi. Simak penjelasan selengkapnya:
- Jaga Pola Makan Sehat
Di trimester kedua ini, Moms masih membutuhkan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat. Berikut adalah beberapa rekomendasi makanan yang aman untuk ibu hamil trimester 2:
- Sumber karbohidrat, seperti ubi jalar, singkong, kentang, dan jagung..
- Protein hewani dari daging ayam, daging sapi, ikan, telur, dan berbagai jenis seafood lainnya yang dimasak matang sempurna.
- Makanan lainnya yang menyumbang serat, vitamin, dan mineral, contohnya sayur, buah, dan kacang-kacangan.
Sementara itu, hindari daging dan seafood mentah, telur setengah matang, dan olahan susu yang tidak dipasteurisasi atau tidak dimasak dengan baik.
- Minum Susu Hamil
Jangan lupa, Moms juga perlu asupan cairan yang cukup.
- Teruskan Konsumsi Asam Folat
Agar Moms sehat dan janin tumbuh optimal, teruslah penuhi asupan asam folat sekitar 600 mikrogram per hari. Asam folat tetap penting di trimester kedua karena pada fase ini janin mengalami perkembangan sistem saraf pusat yang pesat. Meski tabung saraf terbentuk sejak trimester pertama, perkembangan otak dan sumsum tulang belakang terus berlanjut. Asam folat berperan penting dalam produksi DNA dan RNA untuk pertumbuhan sel saraf.
- Lanjutkan Konsumsi Zat Besi
Volume darah ibu hamil mengalami peningkatan di trimester kedua hingga ketiga kehamilan. Agar produksi sel darah merah Moms lancar dan optimal, Moms perlu memastikan kebutuhan zat besi saat hamil terpenuhi dengan baik. Sel darah merah berperan dalam mengangkut oksigen yang lebih banyak untuk janin. Jika kadar zat besi saat hamil kurang, Moms lebih berisiko mengalami komplikasi, seperti anemia hingga kelahiran prematur.
- Konsumsi DHA
DHA sangat dibutuhkan selama masa kehamilan agar perkembangan struktur dan fungsi otak janin optimal. Maka, pastikan Moms mengonsumsi cukup asupan nutrisi ini dengan optimal, khususnya di trimester kedua serta ketiga kehamilan. DHA dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan, seperti ikan dan telur, serta dari suplemen seperti vitamin prenatal dan susu khusus ibu hamil.
- Olahraga Ringan
Agar tubuh lebih siap untuk persalinan dan sirkulasi darah lebih lancar, penting untuk Moms tetap aktif. Rekomendasi olahraga ringan yang bisa Moms lakukan di trimester 2 adalah yoga, jogging, berenang, dan jalan santai. Hindari aerobik dan angkat beban berat untuk keselamatan janin.
- Jaga Kesehatan Mental dan Kelola Stres
Perubahan hormon dalam tubuh selama kehamilan bisa berdampak pada peningkatan emosi, baik positif maupun negatif. Ada kalanya, Moms merasa senang, tapi terkadang bisa sangat sedih hingga stres.
Agar tubuh dan pikiran tetap nyaman dan tenang, Moms bisa melakukan teknik relaksasi seperti meditasi dan pernapasan dalam kapan pun merasa diselimuti emosi negatif. Selain diri sendiri, peran pasangan dan orang terdekat atau keluarga juga sangat dibutuhkan di masa ini untuk menjaga kestabilan emosi.
Kapan Harus ke Dokter?
Pemeriksaan rutin dengan dokter kandungan perlu Moms lakukan sebulan sekali atau sesuai jadwal untuk memantau perkembangan janin, Dokter mungkin juga menyarankan cek kadar gula darah di laboratorium untuk mendeteksi apakah Moms memiliki diabetes gestasional. Beberapa tes kehamilan lain yang juga mungkin dibutuhkan adalah:
- Penyakit tiroid.
- Hepatitis C.
- Cytomegalovirus (CMV).
- Toksoplasmosis.
- Tuberkulosis (TBC).
Penting juga untuk segera ke dokter meski belum jadwalnya jika Moms mencurigai muncul tanda atau gejala bahaya kehamilan di trimester 2 ini, seperti:
- Kram perut
- Perdarahan tiba-tiba
- Mual muntah berkali-kali
- Tekanan darah melonjak tinggi
Segera kunjungi dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Klinik Utama Darra Medika mengundang seluruh ibu hamil untuk merasakan pengalaman periksa kandungan yang nyaman dan akurat. Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima dengan memadukan keahlian tenaga medis profesional dan kecanggihan teknologi USG GE Voluson P18. Jangan tunda kesehatan buah hati Moms, segera kunjungi lokasi kami di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 40, Kota Bandung, atau lakukan reservasi sekarang melalui nomor 0811-1122-423 untuk konsultasi tumbuh kembang anak yang profesional dan terpercaya.
Narasumber:
dr. Yudo Siswo Utomo, SpOG.
Dokter Spesialis Obgyn
Klinik Utama Darra Medika
Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 40, Kota Bandung




