Artikel

Mengenal Perkembangan Janin di Usia Kandungan 22 Minggu

By July 7, 2026No Comments

Hai Moms! Pada usia kehamilan 22 minggu, bayi berukuran sebesar pepaya dan sedang mengembangkan indra seperti sentuhan dan pendengaran. Meskipun bayi belum dapat bertahan hidup di luar rahim, organ dan sistem tubuhnya sedang matang. Bagi ibu hamil, rahim membesar, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan seperti nyeri panggul atau nyeri ligamen bulat, dan gejala seperti sesak napas, pembengkakan, dan lebih banyak cairan keluar adalah hal yang umum. Vaksinasi batuk rejan juga dapat diberikan mulai minggu ini untuk melindungi bayi.

Mencapai usia kehamilan 22 minggu adalah tonggak penting, menandai transisi ke bagian akhir trimester kedua. Anda mungkin merasa lebih hamil dari sebelumnya, dengan perut yang semakin membesar dan pengingat terus-menerus dari si kecil di dalam kandungan. Tahap ini sering kali dipenuhi dengan perkembangan yang menarik dan sensasi baru.

Perkembangan Janin 22 Minggu

Memasuki minggu ke-22 kehamilan, janin mengalami berbagai perkembangan penting, Moms. Yuk, simak berbagai perkembangan menakjubkan yang terjadi pada si kecil!

  1. Ukuran dan Berat Janin

Ukuran janin sudah semakin besar, panjangnya sudah 27,8 cm dari kepala ke tumit. Beratnya mencapai 450 gram, seukuran pepaya kecil. Proporsi tubuhnya semakin seimbang. Kepala janin sebelumnya tampak lebih besar, kini mulai seimbang dengan tubuhnya dan kakinya.

  1. Perkembangan Otak dan Sistem Saraf

Pertumbuhan otak janin 22 minggu semakin pesat, terutama bagian korteks serebral, yang berperan dalam fungsi kognitif. Sistem saraf pada panca indra janin sudah semakin peka. Jari-jarinya sudah bisa mengisap jempol, menggenggam telinga, hidung, dan tali pusar. Saraf-saraf mulai tersambung lebih kompleks, memungkinkan janin merespons rangsangan dari luar.

  1. Perkembangan Indera Pendengaran dan Penglihatan

Karena saraf panca indra sudah berkembang dengan pesat, janin bisa merespon rangsangan seperti suara dan cahaya dari luar. Kini janin sudah bisa mendengar suara dari luar rahim, termasuk suara Moms, detak jantung, hingga musik. Ini momen tepat untuk mulai mengajak berkomunikasi. Mata janin masih tertutup, tetapi saraf optik mulai berkembang, sehingga janin bisa merespons cahaya terang yang diarahkan ke perut ibu.

  1. Perkembangan Paru-Paru dan Sistem Pernapasan

Paru-paru belum matang sepenuhnya, tetapi sudah mulai memproduksi surfaktan, zat penting yang akan membantu pernapasan setelah lahir. Janin mulai berlatih bernapas dengan cara menghirup dan mengeluarkan cairan ketuban di dalam rahim.

  1. Perkembangan Sistem Pencernaan

Usus janin mulai aktif menyerap zat gizi dengan cara menelan cairan ketuban. Mulai usia kehamilan 22 minggu, air ketuban sekarang sudah bercampur dengan urine janin. Hasil menelan air ketuban akan dibuang dalam bentuk mekonium atau feses janin yang berwarna gelap dan lengket. Mekonium akan keluar saat bayi baru lahir nanti.

  1. Perkembangan Sistem Peredaran Darah

Detak jantung janin 22 minggu mencapai 120–160 kali per menit. Ini lebih cepat dari detak jantung orang dewasa, yakni sebesar 60–100 kali per menit. Awalnya, tubuh bayi memiliki banyak sel darah dari pasokan hati dan limpa. Kini, sumsum tulang janin sudah berkembang dan mulai aktif memproduksi sel darah sendiri.

  1. Gerakan Janin

Janin usia 22 pekan sudah mulai aktif bergerak di dalam rahim atau disebut quickening. Nah, gerakan janin trisemester kedua akan terasa seperti:

  • Denyutan kecil.
  • Balon meletus.
  • Otot kejang ringan.
  • Ada yang jatuh di rahim.
  • Ketukan kecil.

Gerakan janin lebih aktif, seperti menendang, merenggangkan tubuh, dan menggeliat. Janin pun sudah memiliki jadwal tidur yang lebih teratur. Saat Moms bersiap untuk tidur, janin justru bisa terbangun dan mulai bergerak aktif.

  1. Respons Terhadap Stimulus

Di pekan ini, respon janin 22 minggu sudah lebih berkembang. Ia bisa merespon sentuhan dari luar. Janin dapat merespons suara keras atau sentuhan di perut Moms dengan gerakan yang tiba-tiba. Janin juga bisa mengenal gelap dan terang lebih baik meskipun matanya tertutup. Jika Moms memperhatikan, tendangan janin mulai terasa lebih kuat dan bisa dirasakan saat menyentuh perut.

Perubahan Moms di Usia Kehamilan 22 Minggu

Saat memasuki usia janin 22 minggu, tentu ada perubahan pada Moms. Perubahan ini terjadi akibat tubuh menyesuaikan tumbuh kembang janin.

  1. Gejala Fisik yang Umum Dialami

Selain perut, kaki bisa membesar karena penumpukan air (edema). Edema terjadi akibat tekanan di rahim sehingga menghambat aliran darah dan membuat cairan menumpuk di kaki. Kenaikan kadar hormon relaxin yang mengendurkan ligamen, membuat tulang kaki melebar dan nyeri. Hormon ini juga mengendurkan sendi punggung sehingga rentan mengalami nyeri punggung. Rambut akan tampak tebal dan kuku lebih kuat pada fase ini. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon dan peningkatan aliran darah ke rambut dan kuku.

  1. Perubahan Emosi dan Psikologis

Di usia kehamilan ini, Moms sering mengalami mood swing akibat perubahan hormon estrogen dan progesteron. Keduanya bisa memengaruhi senyawa otak yang berkaitan dengan mood. Seiring bertambahnya usia kehamilan, Moms mungkin merasa lebih cemas atau bahagia terkait persiapan kelahiran. Beberapa ada yang merasa kesal atau bersalah karena merasa cemas, padahal seharusnya bahagia.

Cara Merawat Kehamilan agar Janin 22 Minggu Tumbuh Optimal

Agar pertumbuhan janin berjalan optimal, Moms perlu menjaga kesehatan dengan langkah yang tepat. Berikut beberapa tips yang bisa Moms lakukan!

  1. Jaga Pola Makan

Ibu hamil tidak perlu menggandakan porsi makan untuk janin. Moms hanya perlu menyeimbangkan nutrisi penting bagi janin. Penuhi kebutuhan gizi dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan dalam seporsi, yaitu buah dan sayur, makanan pokok, lauk-pauk kaya protein, dan lemak sehat. Hindari asupan tinggi garam agar terhindar dari tekanan darah tinggi dan tingkatkan risiko preeklampsia. Hindari juga mengonsumsi makanan mentah agar tidak terinfeksi parasit.

  1. Teruskan Konsumsi Asam Folat

Menurut Kementerian Kesehatan dalam Angka Kecukupan Gizi (AKG), ibu hamil trimester 2 disarankan mengonsumsi 600 mikrogram asam folat per hari. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan kebutuhan sebelum hamil yang hanya sekitar 400 mcg per hari. Asupan asam folat bantu cegah cacat tabung saraf pada bayi.

  1. Lanjutkan Konsumsi Zat Besi

Memasuki trimester kedua hingga ketiga, volume darah Moms akan meningkat hingga 35%. Kebutuhan ini setara dengan sekitar 450 mg zat besi untuk mendukung produksi sel darah merah. Untuk itu, pastikan penuhi asupan tinggi zat besi untuk ibu hamil dari sumber hewani dan nabati. Konsumsi susu hamil sebagai asupan pelengkap. Sel darah di tubuh harus cukup agar bisa mengangkut oksigen lebih banyak untuk janin.

  1. Asupan DHA Lebih Ditingkatkan

Janin perlu mendapatkan asupan DHA untuk mengoptimalkan perkembangan otaknya. DHA sudah terbukti dapat meningkatkan kemampuan belajar bayi di masa depan. Sebagai nutrisi untuk otak janin, pastikan Moms konsumsi sumber DHA dari ikan-ikanan berlemak yang rendah merkuri, seperti ikan teri basah, salmon, ikan kembung, atau cakalang.

  1. Olahraga ringan

Moms tetap perlu olahraga saat usia janin 22 minggu agar sirkulasi darah tetap lancar. Jenis olahraga yang bisa Moms coba, seperti:

  • Jalan kaki
  • Bersepeda statis
  • Senam aerobik
  • Berenang

Moms bisa melanjutkan peregangan dan yoga ibu hamil agar otot semakin kuat dan mengurangi nyeri punggung. Namun, ada beberapa aktivitas yang harus dihindari ibu hamil di usia janin 22 minggu. Apa saja?

  • Senam aerobik intensitas tinggi dengan gerakan meloncat.
  • Scuba diving.
  • Sepatu roda.
  • Panjat tebing.
  • Panjat gunung.
  1. Jaga Kesehatan Mental dan Kelola Stres

Mood swing kerap mengganggu saat hamil. Nah, cobalah olahraga rutin untuk perbaiki suasana hati. Yoga maupun meditasi memerlukan teknik pernapasan yang membantu menenangkan Moms. Jangan lupa, bangun koneksi dengan keluarga, teman, dan orang-orang yang dipercaya agar Moms mendapatkan dukungan emosional selama kehamilan.

Kapan Harus ke Dokter?

Saat memasuki usia janin trisemester 2, sebaiknya periksakan kehamilan setiap 2–4 pekan sekali. Sempatkan cek kandungan Moms pada usia kehamilan 20 minggu dan 26 minggu. Segera ke dokter bila muncul tanda-tanda bahaya berikut:

  • Perdarahan hebat dengan kram di perut bagian bawah.
  • Kram perut tak tertahankan dan tak berhenti.
  • Haus tiba-tiba dan jumlah urine saat kencing berkurang.
  • Nyeri atau sensasi terbakar saat kencing disertai demam.
  • Diare berdarah.
  • Tubuh membengkak dengan sakit kepala dan sulit melihat.
  • Sakit kepala tak tertahankan selama 2–3 jam.

Janin 22 minggu sudah mengalami tumbuh kembang yang pesat. Kesehatannya terjaga bila Moms juga turut menjaga kesehatan. Klinik Utama Darra Medika mengundang seluruh ibu hamil untuk merasakan pengalaman periksa kandungan yang nyaman dan akurat. Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima dengan memadukan keahlian tenaga medis profesional dan kecanggihan teknologi USG GE Voluson P18. Jangan tunda kesehatan buah hati Moms, segera kunjungi lokasi kami di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 40, Kota Bandung, atau lakukan reservasi sekarang melalui nomor 0811-1122-423 untuk konsultasi tumbuh kembang anak yang profesional dan terpercaya.

 

Narasumber:

dr. Yudo Siswo Utomo, SpOG.
Dokter Spesialis Obgyn
Klinik Utama Darra Medika
Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 40, Kota Bandung