Artikel

Mengenal Perkembangan Janin di Usia Kandungan 23 Minggu

By July 7, 2026No Comments

Hai Moms! Pada trimester ketiga ini, kebutuhan kalsium bayi meningkat. Ia membutuhkan banyak suplai kalsium kehamilan untuk mendukung pertumbuhan tulang yang kuat. Moms dan si Kecil dalam kandungan membutuhkan kalsium kehamilan dalam jumlah banyak. Kalsium memang penting untuk tulang dan gigi yang sehat serta kuat, sekaligus menjaga fungsi otot, sirkulasi dan sistem syaraf pada Ibu hamil.

Peningkatan kebutuhan kalsium pada tahap kehamilan ini mencapai 50%, atau total asupan sekitar 1000-1300 mg kalsium per hari. Bagaimana cara memenuhinya? Perbanyak saja mengkonsumsi sumber utama kalsium, seperti susu, keju dan yoghurt. Sedangkan, bagi Ibu hamil vegetarian, kalsium dapat diperoleh dari susu kedelai, kacang, sayuran hijau, tofu, dan roti atau sereal gandum. Sebaiknya Ibu selalu ingat, kekurangan kalsium saat hamil dikhawatirkan memicu kerusakan tulang di kemudian hari. Bagi Moms yang merasa membutuhkan suplemen hamil kalsium, konsultasikan hal ini dengan dokter kandungan. Being healthy is everything, right?

Perkembangan Janin 23 Minggu

Ada banyak hal yang terjadi pada janin di minggu ke-23 kehamilan. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Ukuran dan Bentuk Janin

Pada usia kehamilan 23 minggu, tubuh janin semakin memanjang dan bobot tubuhnya juga semakin berat. Janin 23 minggu sudah sebesar buah mangga atau terong ukuran besar, dengan panjang sekitar 28-31 cm dari kepala hingga tumit dan berat mencapai 454 gram. Lemak di dalam tubuh janin juga mulai bertambah untuk membantu mengatur suhu tubuhnya setelah lahir.

  1. Perkembangan Otak dan Sistem Saraf

Otak janin mengalami perkembangan pesat dengan miliaran neuron yang terbentuk untuk mengontrol berbagai fungsi tubuh. Janin juga mulai mengembangkan pola tidur dan bangun, meski belum teratur.

  1. Perkembangan Sistem Pernapasan dan Paru-Paru

Paru-paru janin 23 minggu sudah mulai memproduksi surfaktan, yakni zat yang sangat penting untuk membantu paru-paru mengembang setelah lahir. Meskipun paru-paru belum berfungsi sepenuhnya, gerakan napas janin mulai terlihat sejak usia 20–21 minggu, saat ia menghirup dan mengeluarkan cairan ketuban dari paru-parunya.

  1. Perkembangan Kulit dan Sistem Kekebalan Tubuh

Perkembangan lain yang terjadi di minggu 23 kehamilan adalah semakin menebalnya vernix caseosa, lapisan seperti lilin yang berwarna putih, untuk melindungi kulit janin dari cairan ketuban. Pasalnya, kulit janin masih tipis dan transparan dengan pembuluh darah yang terlihat jelas di bawah permukaan kulit. Sistem kekebalan tubuh janin juga mulai terbentuk dan menerima antibodi dari ibu, yang akan membantu melawan infeksi setelah lahir.

  1. Perkembangan Indera dan Kemampuan Sensorik

Janin 23 minggu sudah bisa mendengar suara ibu, detak jantung, serta suara lingkungan dari luar seperti musik atau percakapan. Mata janin juga mulai berkembang lebih sempurna, meskipun iris mata (bagian mata yang berwarna) masih belum memiliki pigmen warna yang tetap. Jika Moms mengarahkan cahaya terang ke perut, janin bisa merespons dengan bergerak atau menutup mata.

  1. Gerakan Janin

Di minggu ini, Moms akan lebih sering merasakan tendangan, pukulan, atau putaran janin di dalam rahim. Gerakan janin akan terasa semakin kuat, bahkan disertai tendangan yang halus. Ada waktu-waktu tertentu ketika janin lebih aktif bergerak, terutama saat Moms sedang beristirahat dan setelah makan. Ini menunjukkan bahwa pola gerakan janin mulai teratur yang muncul di waktu-waktu tertentu. Gerakan janin juga bisa terasa lebih kencang dari biasanya karena ia mulai mengalami cegukan. Moms akan merasakannya sebagai getaran kecil atau hentakan ritmis di dalam perut.

  1. Respons terhadap Lingkungan

Perkembangan janin 23 minggu menunjukkan kemampuannya dalam merespons rangsangan luar, seperti suara keras atau sentuhan di perut ibu, mulai semakin jelas. Janin dapat merespons sentuhan dari luar atau suara ibu sebagai bentuk interaksinya dengan meningkatkan atau mengurangi gerakannya.

Perubahan yang Dialami Ibu Hamil

Bukan hanya janin, tubuh Moms pun mengalami perubahan di usia kehamilan 23 minggu ini. Berikut beberapa hal yang akan Moms alami:

  1. Perut Semakin Membesar

Peningkatan berat badan dan pertumbuhan perut yang kian membesar akan semakin terlihat di usia kehamilan 23 minggu ini. Tentu saja, ini dikarenakan ukuran tubuh janin di dalam rahim yang semakin membesar.

  1. Muncul Stretch Mark

Moms juga mungkin menemukan perubahan pada kulit. Misalnya, muncul jerawat, stretch marks, varises, melasma (bercak coklat gelap atau keabuan di wajah), atau linea nigra (garis kehitaman di tengah perut) yang semakin jelas. Pada beberapa ibu hamil, gejala yang mungkin muncul adalah prurigo, atau yang juga dikenal sebagai “darah manis”. Ini adalah kondisi gatal yang terasa amat kuat dan muncul benjolan kecil di kulit berwarna kemerahan atau kecoklatan. Prurigo seringkali muncul di area lengan, kaki, atau bagian tubuh lainnya.

  1. Nyeri Punggung dan Kram Kaki

Nyeri punggung dan kram kaki adalah salah satu gejala yang kerap dialami ibu hamil di minggu ke-23 kehamilan. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh peningkatan berat badan, tekanan pada saraf, atau aliran darah yang kurang baik.

  1. Nafsu Makan Meningkat

Moms juga mungkin mengalami peningkatan nafsu makan, hingga bahkan mengidam jenis makanan tertentu.

  1. Insomnia

Tak jarang, Moms bisa mengalami insomnia saat hamil trimester 2. Gangguan atau masalah tidur saat kehamilan bisa dikarenakan perubahan kadar hormon dalam tubuh. Agar bisa tidur lebih nyenyak, pastikan Moms minum cukup cairan sebelum tidur, hindari kafein, serta lakukanlah kegiatan harian yang membuat tidur lebih mudah.

Cara Merawat Kehamilan agar Janin 23 Minggu Tumbuh Optimal

Terapkan tips ini utuk menjaga kehamilan dan memastikan perkembangan janin 23 minggu tumbuh optimal.

  1. Jaga Pola Makan Sehat

Di trimester kedua kehamilan, Moms butuh asupan kalori yang lebih banyak, protein, lemak, mineral, asam folat, vitamin D, dan nutrisi lainnya guna mendukung tumbuh kembang janin dalam kandungan. Daftar makanan yang sebaiknya dikonsumsi selama kehamilan:

  • Daging ayam, sapi, ikan.
  • Buah alpukat.
  • Kacang-kacangan.

Sementara daftar makanan yang sebaiknya dihindari, yakni:

  • Daging setengah matang.
  • Keju yang tidak dipasteurisasi.
  • Telur mentah.
  • Sushi dari ikan mentah.
  1. Optimalkan Asupan Zat Besi

Memasuki trimester kedua hingga ketiga, volume darah Moms akan meningkat hingga 35%. Untuk mendukung peningkatan ini, Moms membutuhkan sekitar 450 mg zat besi saat hamil guna membentuk sel darah merah, yang bertugas mengangkut lebih banyak oksigen bagi pertumbuhan janin dan plasenta.

  1. Tetap Konsumsi Asam Folat

Menurut Kementerian Kesehatan dalam Angka Kecukupan Gizi (AKG), ibu hamil trimester 2 disarankan mengonsumsi 600 mikrogram asam folat per hari. Selain dari makanan seperti bayam, brokoli, alpukat, buat bit, dan tomat, Moms juga dapat melengkapi asupan asam folat dan nutrisi penting lainnya selama hamil.

  1. Konsumsi DHA Lebih Banyak

DHA sangat dibutuhkan oleh janin selama berada di dalam kandungan. Asupan DHA selama kehamilan sangat penting untuk perkembangan otak dan retina janin di trimester ketiga hingga 18 bulan pertama usianya setelah lahir nanti.

  1. Berolahraga ringan

Beberapa olahraga yang aman dilakukan di trisemester kedua kehamilan di antaranya:

  • Jalan santai.
  • Yoga.
  • Berenang.

Lakukan aktivitas fisik tersebut dengan durasi waktu tertentu, misalnya sekitar 30 menit per hari.

  1. Jaga Kesehatan Mental dan Kelola Stres

Selama kehamilan, perubahan hormon yang signifikan berdampak pada emosi, termasuk perubahan suasana hati yang baik maupun buruk. Salah satu upaya yang bisa Moms terapkan untuk mengelola stres dan menjaga mental di masa perkembangan janin 23 minggu ini yakni menerapkan teknik relaksasi, seperti meditasi dan pernapasan dalam. Peran Dads dan anggota keluarga lain pun turut dibutuhkan dalam mendukung kestabilan emosional Moms selama hamil.

  1. Cek Kandungan

Penting untuk memeriksakan kandungan setiap bulan guna memastikan kondisi janin di dalam kandungan. Moms juga perlu rutin cek gula darah untuk mendeteksi diabetes gestasional yang berisiko terjadi saat hamil. Beberapa tes kehamilan lainnya juga mungkin dibutuhkan, di antaranya:

  • Penyakit tiroid.
  • Toksoplasmosis.
  • Hepatitis C.
  • Cytomegalovirus (CMV).
  • Tuberkulosis (TBC).

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan anggap sepele bila muncul tanda-tanda kehamilan yang bermasalah di trimester 2, seperti:

  • Kram perut
  • Perdarahan tiba-tiba
  • Mual muntah parah
  • Preeklampsia

Segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.  Klinik Utama Darra Medika mengundang seluruh ibu hamil untuk merasakan pengalaman periksa kandungan yang nyaman dan akurat. Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima dengan memadukan keahlian tenaga medis profesional dan kecanggihan teknologi USG GE Voluson P18. Jangan tunda kesehatan buah hati Moms, segera kunjungi lokasi kami di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 40, Kota Bandung, atau lakukan reservasi sekarang melalui nomor 0811-1122-423 untuk konsultasi tumbuh kembang anak yang profesional dan terpercaya.

 

Narasumber:

dr. Yudo Siswo Utomo, SpOG.
Dokter Spesialis Obgyn
Klinik Utama Darra Medika
Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 40, Kota Bandung